Gunung Gede Pangrango
Sumber : Wikipedia.com

Tempat Tempat Wisata Terbaik Di Bogor Ini Menyimpan Sejuta Cerita Sejarah

Posted on

Salah satu tempat wisata di Bogor taman nasional yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Gunung Pangrango telah lama ditetapkan sebagai cagar alam sejak tahun 1980, merupakan salah satu taman nasional tertua diIndonesia. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dibuat untuk melindungi alam sebagai konservasi ekosistem dan flora pegunungan yang cantik di Jawa Barat.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sangat luas sekali, diantaranya memiliki luas sekitar 21.975 hektare, secara keseluruhan wilayah Gunung Pangrango termasuk dua puncak gunung Gede dan Pangrango beserta isinya berupa hutan lindung dan pegunungan disekelilingnya.

Kawasan wisata terbaik di Bogor ini adalah puncak Gunung Gede dan Gunung Pangrango sesungguhnya telah dikenal lama dalam dongeng dan legenda tanah sunda. Salah satunya seperti yang diceritakan dalam naskah perjalanan seorang pujangga Manik dari sekitar abad-13 telah menyebut-nyebut tempat bernamaPuncak dan bukit ageng atau yang sering dikenal Gunung Gede disebutnya juga sebagai “hulu wano na Pakuan”  yaitu sebagai tempat tertinggi di daerah Pakuan.

Pada masa itu tempat wisata di Bogor yang satu ini   telah dibuat sebagai jalan penghubung antara Bogor Pakuan dengan Cianjur, jalan kuno itu melintasi lereng utara Gunung Gede yang saat ini menjadi kabupaten Cipanas. Pada masa penjajahan Belanda wilayah yang subur ini kemudian tumbuh menjadi area pertanian, terutama perkebunan.

Pada tahun 1728 Jepang telah mulai menanam teh disini. Kemudian pada tahun 1835 perkebunan teh ini telah dikembangkan di Ciawi dan Cikopo. Menyusul pada 1878 dikembangkan teh asam, dan ternyata misi tanam teh asam membuahkan hasil yang maksimal, jadi bisa dikatakan lebih sukses dibanding masa penanaman teh sebelumnya, sehingga menjadikan penguasa mampu memberikan perubahan terhadap perekonomian di sekitar lereng Gede-Pangrango.

Kawasan wisata pucak Gunung Gede Pangrango juga dikenal sebagai salah satu tempat favorit dan tertua, bagi penelitian-penelitian tentang alam di Indonesia. Menurut catatan modern, orang pertama yang menginjakkan kaki di puncak Gede adalah Reinwardt, pendiri dan direktur pertama Kebun Raya Bogor, yang mendaki puncak gunung gede pada bulan april tahun 1819. Kemudian beliau meneliti dan menulis deskripsi vegetasi dibagian gunung gede yang lebih tinggi hingga menuju ke puncak.

SIAPKAN LIBURANMU KE PUNCAK BOGOR

Reinwardt sebetulnya juga menyebutkan, bahwa Horsfield telah mendaki gunung ini lebih dahulu daripadanya; akan tetapi catatan perjalanan Horsfield ini tidak dapat ditemukan. Dua tahun kemudian, melalui sehelai surat yang dikirimkan dari Buitenzorg (sekarang Bogor) pada awal Agustus 1821, Kuhldan van Hasselt menyebutkan bahwa mereka baru saja menyelesaikan pendakian dan penelitian ke puncak Pangrango.

Kedua peneliti muda itu menemukan banyak jejak dan jalur lintasan badak jawa di sana bahkan mereka menggunakannya untuk memudahkan menembus hutan menuju puncak Gunung Pangrango. Kemudian 18 tahun berlalu junghuhn mendaki ke puncak Pangrango pada bulan Maret 1839, dan juga ke puncak Gede dan wilayah sekitarnya pada bulan-bulan berikutnya, untuk mempelajari topografi, geologi, meteorologi, serta botani tetumbuhan di daerah ini.

Sejak masa itu, tidak lagi terhitung banyaknya peneliti yang telah mengunjungi kawasan ini hingga sekarang, baik yang tinggal lama maupun yang sekadar singgah dalam kunjungan singkat. Banyaknya peneliti yang berkunjung ke tempat ini tak bisa dilepaskan dari kekayaan dan keindahan alam di Gunung Gede-Pangrango, dan awalnya juga oleh keberadaan Kebun Raya Cibodas; yang semula ketika dibangun pada 1830 olehTeijsman sebetulnya dimaksudkan sebagai kebun aklimatisasi bagi tanaman-tanaman yang potensial untuk dikembangkan dalam perkebunan.

Kebun, yang kemudian dikembangkan menjadi kebun raya (lk. 1870), ini menyediakan tempat menginap yang cukup baik, sarana penelitian, serta catatan-catatan dan informasi dasar yang terus bertumbuh mengenai keadaan lingkungan dan hutan di sekitarnya. Pada tahun 1889, atas usulan Treub, sebidang hutan pegunungan seluas 240 hektare di atas kebun raya tersebut hingga ke wilayah sekitar Air Panas ditetapkan sebagai cagar alam oleh Pemerintah Hindia Belanda.

Inilah cagar alam dan kawasan konservasi ragam hayati yang pertama didirikan di Indonesia[5]. Belakangan, pada 1926, cagar alam ini diperluas hingga mencakup puncak-puncak gunung Gede dan Pangrango, dengan luas total 1.200 haBersama dengan meningkatnya kesadaran mengenai pentingnya lingkungan hidup, pada tahun 1978 Pemerintah Indonesia menetapkan Cagar Alam (CA) Gunung Gede Pangrango seluas 14.000 ha, melingkup kedua puncak gunung beserta tutupan hutan di lereng-lerengnya.

Kemudian pada 6 Maret 1980 cagar alam ini digabungkan dengan beberapa suaka alam yang berdekatan dan ditingkatkan statusnya menjadi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango satu dari lima taman nasionalyang pertama di Indonesia, dengan luas keseluruhan 15.196 ha. Dan akhirnya, melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan nomor 174/Kpts-II/2003 tanggal 10 Juni 2003 tentang Penunjukan dan Perubahan Fungsi Kawasan Cagar Alam, Taman Wisata Alam, Hutan Produksi Tetap dan Hutan Produksi terbatas pada Kelompok Hutan Gunung Gede Pangrango, kawasan TN Gunung Gede Pangrango memperoleh tambahan area seluas 7.655,03 ha dari Perum Perhutani Unit III Jawa Barat, sehingga total luasannya kini menjadi 22.851,03 ha. [ Sumber Sejarah. Wikipedia ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *