Kini Fusion Food Menjadi Populer Di Bali

Posted on

Fusion Food menjadi salah satu bagian terpenting untuk mengangkat citra pariwisata pulau Bali di dunia internasional dimana para chef profesional dituntut untuk mampu terus berinovasi membuat beragam masakan Eropa yang baru dan dapat dikombinasikan dengan masakan pulau Dewata di Bali. Menurut kami, hal ini sangat menguntungkan karena pada beberapa kawasan wisata di Bali adalah menyimpan potensi besar yaitu lebih dari 98 persen wisatawan, baik domestik maupun luar negeri sangat menyukai menu makanan Bali.

Contoh lain jenis fusion food adalah menu makanan ayam betutu dengan kortilas, ayam betutu dengan max potato, dan menu makanan lainnya. Beberapa turis asing yang sering berkunjung ke Bali lebih menyukai mixing dengan menu Indonesia – Vietnam atau Indonesia – Thailand, Perancis dan Eropa lainnya yang bergaya pulau Dewata. Soal kesulitan, Henry mengaku adalah terletak pada menyocokkan rasa pada lidah mereka.

Pada kesempatan yang sama, Vita Datau juru bicara Akademi Gastronomi Indonesia (AGI) menjelaskan, saat ini kuliner Indonesia tengah memiliki nilai tinggi di mata publik internasional yang erat kaitannya dengan menu makanan khas Bali. Sayangnya, hingga saat ini, menu makanan Indonesia belum begitu banyak dikenal oleh turis mancanegara karena yang mempromosikan mereka baru sedikit. Diharapkan pemerintah setempat turut berperan aktif dalam mengembangkan, melestarikan dan mempromosikan masakan Indonesia ke mancanegara. Menu makanan Indonesia, menurut Vita, tak hanya lezat sebagai kudapan, tetapi di dalamnya juga mengandung nilai – nilai historis. Tidak hanya enak dinikmati, tapi juga erat hubungannya dengan kesejahteraan. Apalagi di Bali, kuliner mereka erat hubungannya dengan budaya setempat.

Pulau Bali terkenal di dunia tidak hanya lihai dalam menyediakan paket wisata seperti wisata budaya, wisata seni ataupun wisata pantai. Mereka sangat pandai dalam mengemas paket wisata kuliner dengan beragam pengembangannya seperti tren terbaru beberapa resto terkenal di pulau Dewata, Bali, dalam menyajikan menu – menu makanan Eropa atau mancanegara ala Bali atau sebaliknya.

Pulau Bali sangat banyak menyediakan tempat makan yang nyaman, dalam suasana kebun atau alam terbuka seperti di pinggir pantai atau danau, dekat kolam renang, pada taman – taman hotel, bahkan di desa Ubud banyak dijumpai resto – resto unik dalam suasana kebun yaitu berlokasi di pinggir sungai, di tengah sawah hingga hutan – hutan kecil yang ada di kaki bukit, khususnya menyediakan menu – menu dengan cita rasa otentik khas kuliner Indonesia ala orang barat. Dimana lagi restoran di Bali yang kerap menyediakan pengalaman otentik kuliner Indonesia ala Bali atau sebaliknya ? Selain tersebut di atas, anda bisa mencoba salah satunya yang lain adalah Glaze Bali. Lokasi dari restoran Glaze Bali adalah berada di Jalan Pratama, Tanjung Benoa 97, Bali, 80363. Lokasi resto yang sangat strategis karena dekat dengan kawasan pantai Tanjung Benoa.

Mengetahui Ronald Noverson Tokilov adalah kepala chef di restoran Glaze Bali sekaligus pemilik dari grup restoran Bali Cardoman. Menu makanan yang beliau sajikan merupakan perpaduan antara masakan Eropa dan rempah – rempah ala koki Bali tersedia dalam kemasan cantik seperti kuah asam seafood soup, rendang sapi, ikan kakap bakar dan yang lainnya. Karena tempat makan ini termasuk ke dalam kategori restoran, maka harga makanan yang tersaji adalah sedikit lebih mahal yaitu kisaran Rp. 39.000,- ke atas.

Jalan – jalan menuju ke desa wisata Ubud, banyak dijumpai resto – resto mewah yang menyajikan sajian khas Bali yang dimasak oleh chef profesional dari mancanegara seperti koki Jepang dan Inggris, salah satu yang paling populer adalah anda pasti sudah mengenal menu makanan ayam betutu Bali. Kudapan ini aslinya berasal dari Kabupaten Jembrana, Bali, selalu jadi buruan wisatawan asing yang berlibur di Bali.

Belum lagi beragam sajian di pinggir jalan – jalan raya atau pasar – pasar tradisional ala angkringan yang murah meriah tetapi tetap memiliki cita rasa tersendiri di lidah si penikmatnya yaitu nasi jinggo, sate lilit, sayur plecing, lawar dan aneka menu lainnya yang patut untuk anda coba dimana saat ini semua menu makanan ala Bali asli itu akan jadi lebih tersohor karena dikembangkan lagi oleh chef profesional dari mancanegara sehingga makin disukai tak hanya oleh turis domestik yang sering memburu makanan khas Bali, juga turis mancanegara pun mulai kepincut makanan yang lezatnya luar biasa unik tersebut.

Untuk semakin membuat kombinasi kuliner Eropa ala Bali ini mendunia, Indonesian Chef Association (ICA), Akademi Gastronomi Indonesia (AGI) dan HIPMI kota Denpasar mulai menggelar even – even tertentu seperti Denpasar Fusion Food Festival 2014 yang lalu. Festival ini digelar dalam rangka memenuhi kebutuhan kuliner terhadap turis mancanegara yang tengah menjadi tren yaitu beragam masakan Eropa ala chef pulau Dewata yang tersaji dalam suasana kebun makin diminati oleh mereka.

Menurut penjelasan dari Henry Alexie Bloem, adalah perwakilan dari Indonesian Chef Association (ICA) menuturkan, fusion food adalah pengertian dari mengkombinasikan antara makanan khas Bali yang disajikan dengan gaya barat atau Asia. Fusion food, jelasnya, berarti menu makanan yang menggabungan ciri khas antara dua negara, baik dari segi bumbu, bahan – bahan maupun cara penyajiannya. Beberapa pakar wisata lebih suka menyebutnya dengan istilah sajian modern. Fusion food bisa dinilai dari cara penyajiannya, memasaknya, atau bumbunya dan ternyata saat ini menjadi favorit wisatawan.

Mereka mencontohkan menu makanan ayam betutu Bali yang disajikan ala Meksiko merupakan sajian favorit wisatawan asing yang menyukai menu – menu fusion food yang menjadi menu andalan dari Pantai Inna Grand Bali Beach, di Sanur, Denpasar, Bali. Henry menyebutkan bahwa  fusion food memang saat ini sedang menjadi tren di Bali. Wisatawan domestik dan turis asing berburu kuliner lokal yang divariasikan dengan menu – menu ala mancanegara. Sementara untuk menyesuaikan dengan lidah wisatawan yang baru pertama kali mencicipi sajian ini, para chef menyajikannya dengan sajian, bahan atau bumbu kesukaan wisatawan sesuai dengan negara asal mereka.

Bagi Henry, fusion food menjadi salah satu bagian terpenting untuk mengangkat citra pariwisata pulau Bali di dunia internasional dimana para chef profesional dituntut untuk mampu terus berinovasi membuat beragam masakan Eropa yang baru dan dapat dikombinasikan dengan masakan pulau Dewata di Bali. Menurut dia, hal ini sangat menguntungkan karena pada beberapa kawasan wisata di Bali adalah menyimpan potensi besar yaitu lebih dari 98 persen wisatawan, baik domestik maupun luar negeri sangat menyukai menu makanan Bali.

Baca Juga “
Tempat Makan Di Bali Dengan Ragam Masakan Eropa
Tantangan Bersepeda “Menikmati Wisata Gowes Di Bali
Tips Murah Liburan Wisata Pulau Dewata Bali
Paket Wisata Murah Trip Blue Fire Kawah Ijen Rp. 349,000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *